Senin, 31 Desember 2012


KAMERA BERBICARA
                Saya sangat menyukai fotografer, menjadi seorang fotografer adalah salah satu impian saya sejak saya masih duduk di panggung SMA. Saya sering sekali melihat orang-orang memotret pemandangan yang indah dan mengabadikannya. Saya berfikir kapan ya saya bisa seperti mereka.
Saat saya masuk ke jurusan jurnalistik universitas bengkulu, saya melihat sesuatu yang sangat saya rindukan dan sangat saya idamkan yaitu fotografer, saya melihat senior-senior saya memotret sana sini menggunkan kamera yang bagus sehingga membuat saya iri dan ingin belajar bagaimana cara menggunakan alat tersebut dan bagaimana cara mengambil gambar dengan baik dan bagus.
Impian saya akhirnya terwujud, saat kami membuat kegiatan Dokumentasi Tabot 2012, saya sangat bersemangat sekali karna pada saat itu saya mendapatkan bagian mengambil gambar dengan kamera foto. Pada saat itu lah saya memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar bagaimana mengoperasikan kamera LSR.
Selain saya bisa mengoperasikan kamera LSR saya juga belajar bagaimana cara teknik-tiknik pengambilan gambar dan angel gambar. Mencari angel gambar sangatlah susah karna insting dan kreativitas sangatlah di butuhkan. Bukan hanya angel yang  harus diperhatikan hitungan-hitungan dan ukuran kamera juga harus di perhatikan, karna kalau ingin mendapatkan gambar yang baik dan indah hitungan,ukuran,angel harus pas dan mantap.
Selain belajar kamera LSR saya juga belajar bagaimana menggunakan handycam dan mengoperasikannya. Jadi walaupun saya tertarik dengan foto saya juga ingin belajar pengambilan gambar video. Sehingga saya bisa memahami semua alat-alat yang di gunakan oleh media Televisi dan cetak.

BANTAI GOL

MENANG TELAK : Foto bersama sekuat sebelum bertanding
                
BENGKULU – Liga antar kelas SMA N 4 Bengkulu. Pertandingan yang digelar di lapangan Kompi B, tampil perdana anak kelas X A harus mengakui ketangguhan anak kelas XII IPS 1 dengan skor 0-10 dengan 4 gol tanpa balas di babak pertama. Keempat gol sebelum jedah dicetak oleh Dewa, Rahman, Indra dan Wilson.
                Dibabak kedua anak kelas XII IPS 1 tampil lebih agresif dan kembali memperlebar jarak keunggulan melalui straiker andalan oleh Wilson 2x, Rahman 3x dan Angri. Pertandingan tersebut sepertinya benar-benar milik anak kelas XII IPS 1 hingga wasit meniupkan tanda berakhirnya babak kedua dengan skor tetap ertahan untuk kemenangan kelas XII IPS 1 10-0 atas kelas X A.

Truk Hilir Mudik di Kawasan Wisata Pantai Panjang

    MELINTAS : truk yang hilir mudik yang membawa muatan dan berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.
               
  BENGKULU Kawasan wisata Pantai Panjang merupakan icon pariwisata Provinsi Bengkulu. Namun sayangnya, akses utama Jalan Pariwisata terus dihantui truk-truk bertonase melebihi ketentuan. Terutama truk batu bara. Selama truk bertonase tinggi terus melalui Jalan Pariwisata, maka kerusakan jalan akan semakin parah selain itu juga mengganggu kenyamanan pengunjung kawasan tersebut lantaran padatnya arus kendaraan dan debu bertebangan saat truk melintas.

Usut Penyalahgunaan Pupuk

  MENUMPUK : pupuk bersubsidi yang diduga menyimpang dari penyaluran.
        BENGKULU – Mengusut kasus dugaan penyimpangan pupuk subsidi di Kota Bengkulu. Dalam mendukung pengusutan yang sedang dilakukan oleh polisi akan turun ke lapangan guna memastikan jika memang ada oknum pengencer yang sengaja melakukan penyimpangan dan memantau penyaluran pupuk sekaligus memantau harga pupuk bersubsudi  yang dilakukan distributor kepada petani melalui pengencer. jika ditemukan ada yang melakukan penyimpangan akan ditindaklanjut atau izinnya akan dicabut.

Asli Tapi Palsu Petani Geger


Beredar Bibit Padi Oplosan


     OPLOSAN : bibit padi yang bukan asli alias oplosan ditarik dari peredaran


BENGKULUBeredar batuan bibit padi bukan unggul alias oplosan beredar di Kota Bengkulu. Namun hal itu sudah diketahui dan kini mulai ditarik. Bantuan yang diduga oplosan tersebut sudah terlanjur beredar di Kota Bengkulu. Bibit tersebut adalah bibit tanpa label yang dipastikan tidak sesuai dengan janji kementrian memberikan bibit unggul yang tentunya dengan label. Sayangnya, selain jelek untuk digunakan dan mulai ditarik sehingga kini belum ada bibit pengganti dari pemerintah. Hal ini sangat berperan terutama mengenai hasil panen petani tahun ini.