BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang
Perkembangan teknologi
komunikasi massa tidak dapat dipungkiri telah banyak membantu umat manusia
untuk mengatasi berbagai hambatan dalam berkomunikasi. Khalayak dapat
mengetahui apa yang terjadi di seluruh dunia jauh lebih cepat, bahkan sering
kali khalayak lebih dahulu mengetahui apa yang terjadi jauh di luar negeri
daripada di dalam negeri.Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media
membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).
II. Rumusan
Masalah
Adapun yang
menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah :
a. Pengertian
Komunikasi Massa
b. Ciri-ciri komunikasi massa
c. Teori Komunikasi Massa
d. Peran dan Fungsi Komunikasi Massa
e. Mengenal budaya tabot di Bengkulu
III. TujuaN
a. Untuk mengetahui arti pentingnya komunikasi massa di zaman sekarang
b. Untuk menambah wawasan pembaca mengenai komunikasi massa
c. Sebagai wadah pembelajaran bagi pembaca
d. Sebagai tolak ukur kita untuk memahami komunikasi massa
e. Memahami arti ritual tabot sebagai komunikasi massa di Bengkulu
BAB II
PEMBAHASAN
a. Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa
adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada
khalayak banyak (publik).
b. Ciri-ciri komunikasi massa :
- Menggunakan media masa dengan organisasi
(lembaga media) yang jelas.
- Pesan searah dan umum, serta melalui proses
produksi dan terencana
- Kegiatan media masa teratur dan
berkesinambungan
- Ada pengaruh yang dikehendaki
- Dalam konteks sosial terjadi saling
memengaruhi antara media dan
kondisi masyarakat serta sebaliknya.
- Hubungan antara komunikator (biasanya media
massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.
c. Teori Komunikasi
- Tunner (1998), teori adalah cerita tentang
bagaimana dan mengapa itu terjadi.
- Bowers dan Courtright ( 1984 ),teori adalah
seperangkat pernyataan yang menyatakan hubungan antar variabel.
- Bailey(1982)teori itu adalah penjelasan dan
pemprediksian fenomena sosial yang berhubungan dengan subjek ketertarikan
kepada beberapa fenomena yang lain.
d. Peran dan Fungsi Komunikasi Massa
Memberi informasi
Mendidik Menghibur Kegiatan penyelidikan Kegiatan mengkorelasikan Kegiatan
transmisi kultural Agenda Setting Penghubung antar kelompok dalam masyarakat
Mempengaruhi.
Fungsi Komunikasi
Massa Bagi Masyarakat :
a. Surveillance (pengawasan)
b. Warning before
surveillance (pengawasan peringatan) cth. Flu Babi
c. Instrumental
surveillance (pengawasan instrumental) cth. Resep Masakan
d. Media Massa dapat menyatukan anggota
masyarakat yang beragam, sehingga membentuk
linfkage minat yang sama
e. Transmission of
values (penyebaran nilai-nilai)
f. Entertainment
(hiburan)
e. Contoh Komunikasi Massa di Provinsi Bengkulu
Tanggal 1
hingga 10 Muharam menurut kalender Islam adalah tanggal yang istimewa untuk
masyarakat Bengkulu, dimana akan diadakan Tabot. Tabot adalah kebudayan yang
berasal dari Bengkulu. Kebudayaan tabot berisikan tentang upacara tradisional
yang dilakukan oleh masyarakat Bengkulu untuk mengenang kepahlawanan cucu Nabi
Muhammad SAW yang bernama Husein bin Ali bin Abi Tholib dalam peperangan dengan
pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah tahun 681
Masehi.
Masuknya kebudayaan
tabot ke Bengkulu bukan tidak ada sejarah yang mendahuluinya. Karena pada
awalnyanya yang memperkenalkan tabot pertama kali adalah Syeh Burhanuddin pada
tahun 1685. Syeh Burhanuddin atau yang lebih dikenal dengan Imam Benggolo
menikah dengan perempuan dari Bengkulu. Setelah pernikahan dan mempunyai
keluarga Imam Benggolo menceritakan tentang upacara Tabot yang diperingati
setiap tanggal 1 hingga 10 Muharam kepada anak hingga cucunya yang hingga saat
ini upacara kebudayaan tabot masih berlangsung.
Pada awalnya upacara
tabot adalah untuk mengenang upaya pemimpin Syi’ah dan kaumnya yang berjuang
mengumpulkan potongan tubuh Husein kemudian mengarak dan memakamkannya di
padang Karbala. Kata tabot sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya kotak
kayu atau peti.
Tidak terdapat bukti
pasti kapan masuknya upacara kebudayaan tabot ini masuk ke Bengkulu, namun
disinyalir pada saat pembuatan Benteng Marlborought di Bengkulu yang dibawa oleh para pekerja pembangun benteng yang
didatangankan asalnya dari Inggris, India, Madras, Bengali yang kemudian mereka
menganut paham Syi’ah. Pekerja yang cukup lama hidup di Bengkulu karena
membangun Benteng dan merasa cocok dengan tatanan hidup masyarakat bengkulu,
dipimpin oleh Syeh Burhanuddin alias Imam Benggolo kemudian mereka memutuskan
untuk menetap dan mendirikan pemukiman baru yang disebut Berkas dan
sekarang dikenal dengan Kelurahan Tengah Padang.
Setelah penetapan para
pekerja benteng di Bengkulu dengan pemahaman mereka terhadap Syi’ah yang telah
menikah dengan masyarakat Bengkulu dengan pemahaman Sunni terjadi kemudian
mewariskan tradisi mereka yang telah melebur menjadi satu atau berasimilasi
kepada keturunan mereka. Orang-orang hasil keturunan dari Madras dan Bengali
dengan orang Bengkulu disebut dengan orang Sipai.
Jika awalnya upacara
tabot dipergunakan oleh masyarakat Syi’ah untuk mengenang gugurnya cucu Nabi
Muhammad, Husein bin Ali bin Abi Tholib lama kelamaan bergeser hanya sebatas
ritual yang harus dijalani oleh orang Sipai yang sudah mulai meninggalkan
ajaran Syi’ah. Mereka tetap menjalani tabot karena pesan yang disampaikan oleh
leluhur mereka bahwa harus terus menjaga upacara tabot tersebut. Selain itu
upacara tabot tetap harus dijaga dengan maksud sebagai wujud partisipasi
orang-orang Sipai untuk tetap membina dan mengembangkan budaya daerah dari
Bengkulu tersebut.
Upacara tabot yang
berisikan tentang kenduri dan sesaji mengandung nilai-nilai didalamnya,
diantara lain nilai agama, sejarah, dan sosial. Wujud nilai agama didalamnya
dimana mengingatkan kita sebagai manusia akan asal pencipta-Nya, menyadarkan
kita bahwa keberagaman agama dan budaya tidak bida lepas dari nilai-nilai
budaya lokal. Dan pelaksanaan upacara tabot merupakan perayaan penyambutan
tahun baru Islam. Untuk nilai sejarah yang dikandung dalam upacara tabot adalah
bukti kecintaan dan untuk mengenang Husein, cucu Nabi Muhammad yang wafat di
peperangan pada saat melawan pasukan Ubaiddillah. Upacara tabot juga mengandung
nilai sosial didalamnya dalah banyak nilai kebijaksanaan yang dapat digali dan
dijadikan landasan menjalani kehidupan, tetapi jika tidak ada penyikapan
bijaksana, maka upacara tabot akan sekedar menjadi festival budaya yang
kehilangan makna dasarnya. Jangan sampai upacara tabot meriah namun tidak ada
spirit positif yang disalurkan ke masyarakat.
Upacara tabot yang
berasal dari perbedaan mazhab antara Syi’ah yang dibawa oleh Syeh Burhanuddin
dengan Sunni yang dianut oleh masyarakat asli Bengkulu dapat berjalan baik
tanpa adanya konflik besar yang menyelimuti dan tidak ada pula perusakan
upacara tabot yang bertujuan baik untuk masyarakat Bengkulu di kehidupan
seterusnya. Karena meleburnya Syi’ah dan Sunni di Bengkulu menjadi sebuah
budaya yang wajib dilestarikan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi massa adalah suatu proses mengirimkan pesan
kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar dengan bantuan satu atau
lebih mesin (MEDIA MASSA) dan diterima secara serentak dan sesaat.
Saran
Komunikasi massa sangatlah penting di zaman sekarang karena
semua telah berpedoman pada teknologi canggih pada abad ini,perlu diketahui
dunia sekarang telah dikuasai teknologi kita juga harus memahami itu.
wah kayak makalah yaaa
BalasHapusemang makalah mbak tapi dikarena dimsukan ke blog jadi tidak semua isi makalah nya di masukin wkwkkwkww
BalasHapusbagus mas, membantu sekali :)
BalasHapussiipppp
BalasHapusmakasih banget mbak-mbak :D
BalasHapus