Rabu, 12 Juni 2013

Tugas 1 Kommas : Bentuk Komunikasi Massa di Provinsi Bengkulu


BAB I
PENDAHULUAN
           I.    Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi massa tidak dapat dipungkiri telah banyak membantu umat manusia untuk mengatasi berbagai hambatan dalam berkomunikasi. Khalayak dapat mengetahui apa yang terjadi di seluruh dunia jauh lebih cepat, bahkan sering kali khalayak lebih dahulu mengetahui apa yang terjadi jauh di luar negeri daripada di dalam negeri.Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).

           II.  Rumusan Masalah
     Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah :
      a. Pengertian Komunikasi Massa
       b. Ciri-ciri komunikasi massa
       c. Teori Komunikasi Massa
       d. Peran dan Fungsi Komunikasi Massa
       e. Mengenal budaya tabot di Bengkulu

      III.  TujuaN
           a. Untuk mengetahui arti pentingnya komunikasi massa di zaman sekarang
           b. Untuk menambah wawasan pembaca mengenai komunikasi massa
           c.  Sebagai wadah pembelajaran bagi pembaca
           d. Sebagai tolak ukur kita untuk memahami komunikasi massa
           e.  Memahami arti ritual tabot sebagai komunikasi massa di Bengkulu

BAB II
    PEMBAHASAN
a.    Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).

b.    Ciri-ciri komunikasi massa :
  1. Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas.
  2. Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana
  3. Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan
  4. Ada pengaruh yang dikehendaki
  5. Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media  dan kondisi masyarakat serta sebaliknya.
  6. Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.
c.    Teori Komunikasi                                                                                     
  1. Tunner (1998), teori adalah cerita tentang bagaimana dan mengapa itu terjadi.
  2. Bowers dan Courtright ( 1984 ),teori adalah seperangkat pernyataan yang menyatakan hubungan antar variabel.
  3. Bailey(1982)teori itu adalah penjelasan dan pemprediksian fenomena sosial yang berhubungan dengan subjek ketertarikan kepada beberapa fenomena yang lain.

d.   Peran dan Fungsi Komunikasi Massa
Memberi informasi Mendidik Menghibur Kegiatan penyelidikan Kegiatan mengkorelasikan Kegiatan transmisi kultural Agenda Setting Penghubung antar kelompok dalam masyarakat Mempengaruhi.
Fungsi Komunikasi Massa Bagi Masyarakat :
a.     Surveillance (pengawasan)
b.     Warning before surveillance (pengawasan peringatan) cth. Flu Babi
c.      Instrumental surveillance (pengawasan instrumental) cth. Resep Masakan
d.     Media Massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga      membentuk linfkage  minat yang sama
e.      Transmission of values (penyebaran nilai-nilai)
f.       Entertainment (hiburan)               

e.  Contoh Komunikasi Massa di  Provinsi Bengkulu
Tanggal 1 hingga 10 Muharam menurut kalender Islam adalah tanggal yang istimewa untuk masyarakat Bengkulu, dimana akan diadakan Tabot. Tabot adalah kebudayan yang berasal dari Bengkulu. Kebudayaan tabot berisikan tentang upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Bengkulu untuk mengenang kepahlawanan cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Husein bin Ali bin Abi Tholib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah tahun 681 Masehi.
Masuknya kebudayaan tabot ke Bengkulu bukan tidak ada sejarah yang mendahuluinya. Karena pada awalnyanya yang memperkenalkan tabot pertama kali adalah Syeh Burhanuddin pada tahun 1685. Syeh Burhanuddin atau yang lebih dikenal dengan Imam Benggolo menikah dengan perempuan dari Bengkulu. Setelah pernikahan dan mempunyai keluarga Imam Benggolo menceritakan tentang upacara Tabot yang diperingati setiap tanggal 1 hingga 10 Muharam kepada anak hingga cucunya yang hingga saat ini upacara kebudayaan tabot masih berlangsung.
Pada awalnya upacara tabot adalah untuk mengenang upaya pemimpin Syi’ah dan kaumnya yang berjuang mengumpulkan potongan tubuh Husein kemudian mengarak dan memakamkannya di padang Karbala. Kata tabot sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya kotak kayu atau peti.
Tidak terdapat bukti pasti kapan masuknya upacara kebudayaan tabot ini masuk ke Bengkulu, namun disinyalir pada saat pembuatan Benteng Marlborought di Bengkulu yang dibawa oleh para pekerja pembangun benteng yang didatangankan asalnya dari Inggris, India, Madras, Bengali yang kemudian mereka menganut paham Syi’ah. Pekerja yang cukup lama hidup di Bengkulu karena membangun Benteng dan merasa cocok dengan tatanan hidup masyarakat bengkulu, dipimpin oleh Syeh Burhanuddin alias Imam Benggolo kemudian mereka memutuskan untuk menetap dan mendirikan pemukiman baru yang disebut Berkas dan sekarang dikenal dengan Kelurahan Tengah Padang.
Setelah penetapan para pekerja benteng di Bengkulu dengan pemahaman mereka terhadap Syi’ah yang telah menikah dengan masyarakat Bengkulu dengan pemahaman Sunni terjadi kemudian mewariskan tradisi mereka yang telah melebur menjadi satu atau berasimilasi kepada keturunan mereka. Orang-orang hasil keturunan dari Madras dan Bengali dengan orang Bengkulu disebut dengan orang Sipai.
Jika awalnya upacara tabot dipergunakan oleh masyarakat Syi’ah untuk mengenang gugurnya cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali bin Abi Tholib lama kelamaan bergeser hanya sebatas ritual yang harus dijalani oleh orang Sipai yang sudah mulai meninggalkan ajaran Syi’ah. Mereka tetap menjalani tabot karena pesan yang disampaikan oleh leluhur mereka bahwa harus terus menjaga upacara tabot tersebut. Selain itu upacara tabot tetap harus dijaga dengan maksud sebagai wujud partisipasi orang-orang Sipai untuk tetap membina dan mengembangkan budaya daerah dari Bengkulu tersebut.
Upacara tabot yang berisikan tentang kenduri dan sesaji mengandung nilai-nilai didalamnya, diantara lain nilai agama, sejarah, dan sosial. Wujud nilai agama didalamnya dimana mengingatkan kita sebagai manusia akan asal pencipta-Nya, menyadarkan kita bahwa keberagaman agama dan budaya tidak bida lepas dari nilai-nilai budaya lokal. Dan pelaksanaan upacara tabot merupakan perayaan penyambutan tahun baru Islam. Untuk nilai sejarah yang dikandung dalam upacara tabot adalah bukti kecintaan dan untuk mengenang Husein, cucu Nabi Muhammad yang wafat di peperangan pada saat melawan pasukan Ubaiddillah. Upacara tabot juga mengandung nilai sosial didalamnya dalah banyak nilai kebijaksanaan yang dapat digali dan dijadikan landasan menjalani kehidupan, tetapi jika tidak ada penyikapan bijaksana, maka upacara tabot akan sekedar menjadi festival budaya yang kehilangan makna dasarnya. Jangan sampai upacara tabot meriah namun tidak ada spirit positif yang disalurkan ke masyarakat.
Upacara tabot yang berasal dari perbedaan mazhab antara Syi’ah yang dibawa oleh Syeh Burhanuddin dengan Sunni yang dianut oleh masyarakat asli Bengkulu dapat berjalan baik tanpa adanya konflik besar yang menyelimuti dan tidak ada pula perusakan upacara tabot yang bertujuan baik untuk masyarakat Bengkulu di kehidupan seterusnya. Karena meleburnya Syi’ah dan Sunni di Bengkulu menjadi sebuah budaya yang wajib dilestarikan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi massa adalah suatu proses mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar dengan bantuan satu atau lebih mesin (MEDIA MASSA) dan diterima secara serentak dan sesaat.
Saran
Komunikasi massa  sangatlah penting di zaman sekarang karena semua telah berpedoman pada teknologi canggih pada abad ini,perlu diketahui dunia sekarang telah dikuasai teknologi kita juga harus memahami itu.

5 komentar: